Monday, April 1, 2019

Janda Muda Di Garut Kian Bertambah

Janda Muda Di Garut Kian Bertambah


DALAM kurun tiga tahun terakhir angka perceraian yang terjadi diwilayah Kabupaten Garut terus mengalami peningkatan.

Juru Bicara Pengadilan Agama Kelas 1A Garut, Muhammad Dihyah Wahid menuturkan, kebanyakan warga yang berusia muda tak bisa mempertahankan rumah tangganya.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan meningkatnya perceraian. .
"Yang terbanyak karena faktor ekonomi. Ada juga pihak suami yang dianggap tidak bertanggung jawab," ucap Dihyah, Kamis (28/3/2019).

Menurutnya, sejak tahun 2016 tercatat 12.291 janda di Garut. Jumlah sebanyak itu baru berdasarkan data yang masuk di Pengadilan Agama Garut dan yang sudah diputus hingga akhir tahun 2018. .
"Jumlah keseluruhannya bisa saja lebih banyak dari itu karena tak menutup kemungkinan masih ada yang belum terdata di Pengadilan Agama," katanya.

Mereka yang saat ini menyandang status janda di Garut, lebih banyak yang masih berusia muda dibanding yang usianya lebih tua. .
"Rata-rata usia 23 sampai 35 tahun, walau ada juga yang lebih dari itu. Tapi memang dominasinya di usia muda," bebernya.

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, tutur Dihyah, kasus perceraian yang terjadi selama kurun waktu tiga tahun terakhir di Garut cenderung mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang ada, kenaikan kasus perceraian dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini mencapai hampir 46 persen.

"Sebelumnya pada 2016 jumlah kasus perceraian yang sudah diputus mencapai 3.642 kasus. Namun tahun 2018 naik cukup tinggi menjadi 4.647 kasus," katanya.

Sedangkan untuk total yang mendaftarkan gugatan cerai jumlahnya jauh lebih banyak. Namun pada akhirnya tak semuanya jadi diputus bercerai.

#janda #muda #garut #oinfonews


EmoticonEmoticon