Thursday, April 11, 2019

Kasus Penganiayaan Terhadap Audrey Kini Ditangani Polresta Pontianak

Kasus Penganiayaan Terhadap Audrey Kini Ditangani Polresta Pontianak 


Polresta Pontianak akhirnya secara resmi menangani kasus hukum penganiayaan oleh tiga siswa SMA terhadap seorang pelajar SMP yang bernama Audrey.

"Secara resmi kami menarik kasus ini dari Polsek Pontianak Selatan untuk ditangani oleh Polresta Pontianak," kata Kasatreskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli di Pontianak, Selasa.

Polisi juga sudah meminta keterangan dari ibu Audrey karena korban masih belum bisa dimintai keterangan apapun. Saat ini korban masih dirawat di rumah sakit dan menderita trauma.

Polisi juga masih memeriksa saksi dan belum melakukan pemeriksaan kepada tiga terduga pelaku penganiayaan. Sementara itu, Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati Ishak meminta agar identitas pelaku tidak dibuka dan jangan menyudutkan mereka.

Hal ini sesuai dengan UU No.11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang mewajibkan pemberitaan kasus anak di bawah umur. "Guna meluruskan permasalahan pemberitaan, apalagi kasus ini sudah viral di media sosial, kami sudah melakukan koordinasi terhadap pihak-pihak sekolah yang bersangkutan. Kami berharap kepada seluruh masyarakat untuk tidak menyudutkan atau membuli kepada pelaku itu," ujarnya.

KPPAD Kalbar akan memberikan pendampingan yang sama baik untuk korban ataupun pelaku. Seperti diketahui, Audrey ditendang, dipukul, diseret sampai kepalanya berbenturan ke aspal, hingga akhirnya berakhir di rumah sakit.

"Dari pengakuan korban, pelaku utama penganiayaan ada tiga orang, sedangkan sembilan orang lainnya hanya sebagai penonton," katanya.



EmoticonEmoticon