Sunday, April 28, 2019

PEMBANGUNAN JARINGAN KOMPUTER

PEMBANGUNAN JARINGAN KOMPUTER


A. Pembangunan Jaringan Komputer

Sebelum membangun suatu jaringan komputer dalam suatu instansi atau perusahaan dibutuhkan studi kelayakan untuk mengetahui kebutuhan dan kelayakan pembangunan jaringan komputer tersebut, baik secara ekonomis maupun secara teknis. 


Setelah itu perlu disusun terlebih dahulu suatu rancangan jaringan komputer yang akan dibangun, baik rancangan fisik maupun rancangan pengelolaannya. Kemudian barulah rancangan tersebut diimplementasikan dengan memulai pembangunan jaringan tersebut.

Tahap-tahap pembangunan jaringan ini diperlukan untuk menghasilkan suatu bentuk jaringan komputer yang layak untuk mendukung sistem informasi dalam suatu perusahaan yang bersangkutan. Tahap-tahap ini ideal untuk pembangunan jaringan dalam skala yang cukup besar. Sedangkan untuk pembangunan jaringan skala yang kecil tidak perlu melewati semua tahapan yang ada.


B. Teknik Pembangunan Jaringan



Ada dua macam teknik yang digunakan sebagai usaha membangun sebuah sistem jaringan komputer lokal, yaitu teknik Bottom Up (dari bawah ke atas) dan teknik Top Down (dari atas ke bawah).



1. Teknik Bottom Up



Dalam teknik Bottom Up, jaringan komputer lokal dibangun berdasarkan kebutuhan setiap unit atau departemen dalam suatu instansi atau perusahaan. Misalnya, departemen pemasaran membeli sejumlah komputer dan membentuk sebuah konfigurasi jaringan komputer lokal departemen pemasaran. Kemudian disusul departemen lain, misalnya departemen akuntansi dan departemen produksi. Pada pengembangan ini, konfigurasi jaringan lokal departemen akuntansi dan produksi disesuaikan dengan jaringan lokal yang sudah ada.


Teknik Bottom Up memberi kebebasan dari masing-masing departemen untuk membangun sistem jaringan sesuai dengan kebutuhan dan dinamika penggunaannya. Pendekatan Bottom Up lazim dipakai oleh perusahaan-perusahaan yang sudah berdiri lebih dahulu sebelum dilakukan instalasi jaringan, yaitu dengan cara membangun jaringan lokal sesuai kebutuhan pada setiap departemennya.

Namun, teknik Bottom Up ini akan mengakibatkan jaringan computer yang terbentuk memiliki bentuk dan karakteristik yang berbeda sehingga untuk menggabungkannya menjadi satu kesatuan sistem jaringan perusahaan dibutuhkan peralatan-peralatan inter-jaringan yang tentunya tidak sedikit, baik jumlah maupun biaya investasinya. 

2. Teknik Top Down 


Dalam teknik Top Down, pembuat keputusan dari suatu organisasi mengambil keputusan untuk membeli peralatan dan membangun jaringan lokal dengan perhitungan kebutuhan komputer beserta fasilitasnya untuk seluruh departemen yang ada dalam perusahaan tersebut. 


Teknik Top Down digunakan untuk perusahaan yang pertama kali membangun sistem jaringan komputernya. Teknik ini akan mempercepat proses implementasi dan menghemat biaya investasi, khususnya untuk pembelian perangkat keras dan perangkat lunak yang akan digunakan dalam operasional sehari-hari. 

Disamping itu, juga dapat menghemat biaya investasi peralatan inter-jaringan, karena sedikitnya variasi dan pemodelan bentuk rancangan arsitektur jaringan dan bentuk topologi tidak memerlukan peralatan inter-jaringan yang terlalu banyak.  

Namun, disisi lain teknik ini akan membuat pemakai jaringan di masing-masing departemen merasa tidak terakomodasi gagasan dan keinginannya. 

C. Tahapan Pembangunan Jaringan 

Untuk membangun suatu jaringan komputer dalam suatu instansi atau perusahaan, maka dibutuhkan suatu tahapan yang sistematis agar dapat membangun jaringan komputer yang baik dan sesuai dengan kebutuhan.  Pembangunan jaringan computer tersebut di bagi dalam beberapa tahap dengan tujuan agar pembangunan itu dilakukan dengan terencana, sistematis dan efisien. 

 1. Tujuan 
Sebelum memulai kegiatan, tentunya harus ditentukan lebih dahulu tujuan yang ingin dicapai dengan pembangunan jaringan komputer tersebut.  

Dalam menentukan tujuan pembangnunan jaringan komputer, harus memperhatikan 3 orientasi, yaitu:

a. Orientasi organisasi, untuk menciptakan citra organisasi modern, membangun lingkungan kerja yang dinamis, meningkatkan kinerja dan kontrol organisasi dan menyehatkan aliran informasi dalam perusahaan.
b. Orientasi ekonomis, meliputi peningkatan efisiensi, pengawasan, peningkatan produktivitas dan penghematan biaya.
c. Orientasi teknis, meliputi keamanan data, kehandalan, kecepatan dan kemudahan dalam pengoperasian, pengembangan dan open system.


2. Analisis Kebutuhan dan Studi Kelayakan

Setelah ditentukan tujuan pembangunan jaringan komputer tersebut, maka perlu dilakukan survey untuk studi kelayakan pembangunan jaringan komputer.  Untuk mendukung proses studi kelayakan, maka suatu tim pembangunan jaringan computer yang harus menyelidiki dan menganalisis kebutuhan yang sebenarnya.
Setelah mengumpulkan berbagai data secara akurat, kemudian tim harus menganalisis berdasarkan 3 aspek, yaitu:

a. Pertimbangan aspek organisasi, meliputi kesiapan SDM yang akan mengoperasikan jaringan, ketersediaan modal untuk investasi.  Selama rasio biaya dibagi kinerja yang diperoleh adalah kecil, berarti pembangunan jaringan computer tersebut layak untuk dilakukan.

b. Pertimbangan aspek ekonomis, meliputi pembiayaan yang harus dikeluarkan dan keuntungan yang akan diperoleh.  Selama rasio biaya dibagi keuntungan yang diperoleh adalah kecil, berarti pembangunan jaringan komputer tersebut layak dilakukan.  Pertimbangan aspek ekonomis perlu memperhatikan masalah penggunaan budget atau anggaran.

c. Pertimbangan aspek teknologi, meliputi biaya yang harus dikeluarkan dan kemampuan yang diperoleh adalah kecil, berarti pembangunan jaringan komputer itu layak dilakukan.














Lanjutan 




#jaringan #komputer #wire #wireless #network #4G #pembangunan #kitabarumulai #oinfonewss


EmoticonEmoticon